Tampilkan postingan dengan label jasa desain grafis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jasa desain grafis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Desember 2010

Colosseum Di Roma


The Colosseum, juga dikenal sebagai Coliseum, adalah stadion oval besar yang terletak di pusat kota Roma. Ini adalah salah satu struktur terbesar yang pernah dibangun pada masa Kekaisaran Romawi, dan dianggap sebagai salah satu pencapaian besar seotrang desain arsitek Romawi.

Ini dibangun di sekitar 70 AD dipelopori oleh kaisar Romawi Vespasianus. Hanya diselesaikan pada masa pemerintahan Kaisar Titus. Colosseum pada umumnya digunakan untuk acara-acara umum seperti pertandingan gladiator. pertandingan ini terdiri dari gladiator yang berperang melawan gladiator lain, penjahat atau hewan liar. Kegiatan lainnya yang diadakan di Colosseum termasuk pertempuran laut mengejek, eksekusi dan hewan perburuan. Selama era abad pertengahan, penggunaan Colosseum untuk acara-acara publik berhenti. Sebaliknya, itu melayani menggunakan seperti sebagai tempat tinggal, lokakarya dan benteng.

Selain dari teater, yang menjadi tuan rumah bagi gladiator pertandingan kembali pada hari, ada atraksi lain di daerah sekitarnya. Salah satu daya tarik tersebut adalah sisa-sisa Magnus Ludus, yang juga dikenal sebagai The Great gladiator Sekolah Pelatihan. Seperti tersirat dari namanya, itu digunakan sebagai tempat pelatihan bagi para gladiator. Sebagian besar daerah telah dipulihkan, seperti air mancur yang terletak di dalam segitiga.Lain di sekitarnya menarik

Arsitektur romawi kuno

ion meliputi Armamentarium, yang merupakan gudang senjata yang digunakan untuk menyimpan senjata dan pertahanan, yang summum Choragium, yang digunakan untuk menyimpan mesin, Sanitarium, yang digunakan sebagai tempat untuk mengobati gladiator terluka dan Spolarium, yang digunakan untuk membuang mati gladiator dan berbagai peralatan mereka.

Colosseum digunakan hari ini untuk tujuan agama. Beberapa upacara Roma Katolik, seperti yang melibatkan Paus Yohanes Paulus II, yang host di sana. Ada salib berserakan di berbagai wilayah sekitar arena. Selama Jumat Bagus, Paus biasanya memimpin prosesi yang disebut Salib.Dinding Colosseum memiliki sejumlah besar flora. Ada lebih dari 600 spesies yang berbeda flora ditemukan di sana. Usaha-usaha sebelumnya untuk menghapus flora, karena kekhawatiran tentang kerusakan arsitektur, sebagian besar telah berhasil, banyak flora akhirnya kembali.pemandangan umum di dekat daerah sekitar Colosseum adalah laki-laki garbed dalam kostum tradisional gladiator kuno. Ada banyak toko-toko suvenir di sepanjang jalan seperti orang biasanya berseliweran dari jalan santai.

Hari ini, Colosseum adalah struktur sangat terlihat karena dimasukkan dalam berbagai bentuk media. Beberapa film, seperti Gladiator atau Jumper, menggunakan Colosseum sebagai situs untuk beberapa adegan tersebut. Teknologi komputer digunakan untuk mengembalikan Colosseum untuk perkiraan keadaan semula. Colosseum Istilah yang digunakan untuk fasilitas hiburan lain seperti teater dan ruang.

Sumber

Mengenal Animasi Jepang


Sebagai sebuah karya seni maupun komoditi komersil animasi dari Jepang telah sangat sukses dalam menancapkan pengaruhnya ke industri hiburan di berbagai belahan dunia. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa gambar kartun animasi Jepang telah menjadi bagian dari popular culture di dalam masyarakat. Namun seiring dengan pengakuan akan kualitasnya, animasi Jepang juga banyak disorot karena isi yang terkandung di dalamnya. Ada stereotip yang menempel pada animasi Jepang bahwa “Japanese animation is all about sex or violence”. Memang animasi di Jepang berkembang dalam arus yang berbeda dengan animasi-animasi seperti dari barat, baik dalam soal gaya, maupun isinya, yang cenderung terbuka.

Kita bisa mengkritisi hal tersebut sebagai hal positif maupun negatif dari dua sudut pandang. Yang pertama, stereotip yang menempel pada animasi Jepang tersebut mematahkan stereotip lainnya yang sangat bertolak belakang, yaitu bahwa animasi itu hanya untuk ditonton oleh anak-anak. Secara positif itu bisa kita pandang sebagai bukti tegas bahwa animasi bisa menjadi media dengan potensi yang lebih luas. Yang kedua masih mengacu pada perluasan makna animasi, namun memandangnya secara negatif; bahwa jika mengacu pada fakta bahwa animasi Jepang banyak mengandung tema-tema yang berat dan dewasa, maka animasi Jepang, betapapun populernya, tidak pantas ditonton oleh anak-anak. Hal inilah, yang menjadi kritik utama dari banyak pihak terhadap penayangan animasi Jepang di televisi [diantaranya, masyarakat Indonesia].

Definisi dan karakteristik anime

Animasi Jepang lebih dikenal dengan istilah anime. Istilah tersebut sesungguhnya merupakan kata serapan bahasa Jepang terhadap kata animation, dan mengadopsi arti yang sama [istilah anime mulai digunakan sekitar tahun 1970-an]. Namun dalam perkembangannya, istilah tersebut lebih populer bagi kalangan non-Jepang untuk menyebut animasi-animasi yang berasal dari Jepang. Meskipun begitu perlu diketahui bahwa bagi masyarakat Jepang istilah anime tersebut sebetulnya mencakup semua jenis animasi, termasuk, misalnya saja, animasi Disney.

Ciri khas anime lainnya adalah dominannya penggunaan tekhnik animasi tradisional menggunakan cel. Sampai awal 90-an hampir semua anime masih menggunakan teknik animasi tradisional. Ketika tekhnologi digital masuk ke dalam proses pembuatan animasi sekitar pertengahan ‘90-an, studio-studio mulai memproduksi anime mengikuti tren tersebut, walaupun masih ada beberapa studio seperti Ghibli yang masih setia terhadap animasi tradisional pada sebagian besar produknya, dan hanya menggunakan tekhnologi digital sebagai pelengkap. Poin penting dalam anime menurut Susan J. Napier:

Merupakan sebuah karya seni kontemporer Jepang yang kaya dan menarik, dengan kekhasan estetika naratif dan visual, yang berakar pada budaya tradisional Jepang dan menjangkau perkembangan seni dan media terkini.Dengan variasi subjek dan materinya, anime adalah sebuah cermin yang berguna pada masyarakat kontemporer Jepang.

Sumber

Mengenal Seni Design Grafis


Seni design grafis termasuk salah satu kegiatan seni rupa yang diwujudkan dalam bentuk dwimatra dan dilaksanakan dengan menggunakan bermacam medium, proses dan teknik cetak. Karya seni design grafis merupakan karya yang dihasilkan melalui proses cetak yang berlandaskan pada empat prinsip teknik cetak, yaitu : cetak tinggi, cetak dalam, cetak datar dan cetak saring. Mengingat seniman grafis akan terlibat dalam semua proses dari teknik tersebut, maka ia harus dapat menggarap medium cetak yang terdiri dari bermacam-macam bahan seperti kayu, logam, batu dan bahan-bahan lain. Pada bahan-bahan itulah ia melahirkan gagasan-gagasannya atau “bertualang” dalam menemukan persoalan-persoalan yang baru. Tanpa kehilangan nilai seninya, seni design grafis dikerjakan melalui proses cetak yang dapat dibuat berulang-ulang sampai batas yang ditentukan . Maka terciptalah karya yang berlipat ganda. Penciptaan karya seperi itu merupakan “keistimewaan” pada penciptaan karya seni design grafis. Sifat lipat ganda inilah yang memudahkan penyebaran karya kepada para peminat secara meluas. Hal ini juga yang menandai bahwa seni design grafis mempunyai aspek sosial. Dengan berpegang kepada aspek sosial itu, maka suatu prospek yang cerah bagi perkembangan seni design grafis Indonesia

Diharapkan dengan adanya pembelajaran tentang seni design grafis ini mampu meningkatkan kemampuan untuk mengkreasikan sesuatu menjadi lebih baik lagi, di samping mempunyai manfaat lain seperti :

-Mampu menelaah dan menghayati pengetahuan seni design grafis untuk peningkatan pribadi dan wawasannya.

-Memiliki kemampuan dan keterampilan proses cetak dalam bidang seni design grafis.

Dengan bekal yang didapat, mereka diharapkan sudah siap umtuk memulai terjun ke masyarakat. Khususnya dapat turut mengambil bagian dalam berbagai kegiatan kesenirupaan, terutama dalam bidang seni design grafis.

Sumber

Konsep Rumah Bambu

Di siang hari, pori-pori alami bambu mampu melepaskan udara dingin yang disimpannya pada malam hari. Hasilnya, siang hari di dalam rumah tetap terasa sejuk.Sebaliknya di malam hari, pori-pori mampu melepaskan panas yang ditabungnya pada siang hari. Alhasil, Anda akan menghabiskan malam di dalam rumah terasa lebih hangat.

Selain bernilai artistik, alasan penggunaan rumah bambu sebagai material bangunan memang atas dua hal tersebut. Bambu mampu meredam panasnya matahari siang, sebaliknya menghangatkan rumah di dinginnya malam. Tidak heran, dengan cungkupan udara dingin yang menyelimuti kawasan Puncak - Cianjur, Jawa Barat, banyak bangunan vila memakai bambu sebagai material bangunan bahkan design interiornya. Meski tidak seratus persen mendominasi semua sudut bangunan, beberapa restoran tradisional sunda pun banyak menggunakan konsep bambu sebagai daya tariknya.

Penggunaan bambu pada konsep rumah tradisional bisa merambah di semua lini, mulai struktur, dinding, plafon, lantai, hingga perabot. Ciri khas konsep tradisional ini menggunakan atap bambu dan berbentuk rumah panggung.Untuk dinding, konsep bangunan ini menggunakan anyaman bambu yang dibuat hingga beberapa lapis. Hal itu akan membuat dinding cukup rapat untuk ditembus debu dan udara.Pada setiap sambungan pondasi, para perajin bambu biasanya menggunakan ijuk sebagai pengikat paling tepat. Namun untuk sambungan pada bilah-bilah bambu yang tidak berfungsi sebagai struktur, jodoh bambu bukanlah ijuk, melainkan rotan karena tampilannya yang lebih artistik.

Isi bangunan juga kerap didominasi oleh bambu. Kursi atau sofa di ruang keluarga misalnya, bisa diambil dari susunan bambu dengan berdiameter agak besar.

Lain halnya dengan rumah bambu semi permanen. Tembok bagian bawahnya bisa memakai batu bata, batako, atau batu kali dengan tinggi mencapai satu meter. Banyak restoran sunda di Jakarta dan beberapa kota di Jawa Barat juga memakai konsep ini sebagai daya tarik bangunannya. Anggaran dibutuhkan untuk membangun rumah bambu ini bisa mencapai 2 juta rupiah per meter persegi.

Sumber

Mengapa Kita Tidak Menggunakan Jasa Arsitek?

Seandainya ditanya, "Kenapa ga pakai jasa arsitek saat membangun rumah?", yakin deh pasti kebanyakan dari kita bakal menjawab, "Habis mahal, sih ." Anggapan bahwa jasa arsitek menguras kantong, membuat banyak orang, enggan menggunakannya. Mereka, Anda dan penulis juga, mungkin lebih memilih nyontek gaya yang ada di majalah atau hasil browsing di internet.

Selama ini, penulis belum pernah mendengar langsung dari arsitek, soal harga jasa mereka. Penasaran juga, apa ya pendapat mereka soal anggapan ini?Beberapa waktu lalu, sempat mendengar tanggapan seorang arsitek yang cukup ternama, soal pertanyaan ini, dalam sebuah talkshow . Andra Matin, nama sang arsitek. Penulis yakin banyak di antara Anda yang pernah mendengar namanya. Rupa-rupanya, bukan cuma penulis yang penasaran. Pertanyaan yang sama dilontarkan oleh beberapa orang peserta.

Ternyata tidak mudah juga menjawabnya. Andra Matin membandingkan jasa arsitek dengan desainer fesyen. Katanya, kalau desainer fesyen bisa menghargai karyanya dengan harga selangit, mengapa kami - arsitek - tidak bisa? Menurutnya, soal patokan harga jasa arsitek berkaitan dengan bagaimana para arsitek tersebut menghargai karya mereka sendiri.

"Kita tidak mungkin menghargai sebuah karya, kalau si penciptanya sendiri tidak menghargai karyanya, kan ?," begitu kata Mas Aang, panggilan akrab Andra Matin. Tapi, jangan buru-buru menyimpulkan kalau jasa arsitek itu pasti mahal. Menurut Mas Aang, harga tidak akan menjadi mahal, kalau hasilnya setimpal. Sudah menjawab demikian panjang, ternyata masih belum memuaskan juga. Jadi timbul pertanyaan baru. Kalau memang demikian, berarti hampir tidak mungkin dong , orang dengan keuangan pas-pasan bisa memakai jasa arsitek? Menanggapi pertanyaan ini, akhirnya Mas Aang membagi resep, bagaimana caranya menekan harga jasa arsitek.

Kata mas Aang, kuncinya adalah negosiasi. Seringkali arsitek mau saja menurunkan harga jasanya, asal kliennya ga minta macam-macam. Artinya, si klien lebih membebaskan sang arsitek mewujudkan kreativitasnya. Nah , kalau sudah begini, pilihan ada di tangan kita, calon klien. Kalau pengen ini itu, macam-macam, ya siap dengan resiko merogoh kantong lebih dalam.

Sumber