Tampilkan postingan dengan label desain hijau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label desain hijau. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Maret 2010

Tren Desain Bangunan & Properti 2010



Desain Bangunan rumah tinggal pada tahun 2010 akan lebih mengarah ke human yang ramah lingkungan dan tidak mengacu pada dominasi style tertentu. Namun, secara tampak, desain yang simpel dengan bentuk minimal masih banyak memengaruhi desain arsitekrur pada 2010 ini.

Desain arsitektur dan interior seperti juga fashion, selalu berputar dan berevolusi sejalan dengan isu yang sedang "in". Pada saat ini seluruh dunia sedang bersama-sama menghadapi krisis global warming yang secara perlahan, tapi pasti sedang merusak lingkungan kita.

Arsitekrur sebagai bidang yang berhubungan langsung dengan lingkungan sudah sewajarnya berdiri di paling depan dalam mengatasi krisis tersebut. Sebagai bentuk kepedulian kita sebagai seorang arsitek, desain secara langsung maupun tidak langsung makin mengarah kepada bangunan yang green dan sustainable.

Green architecture atau desain yang "hijau" sebenarnya tidak mengacu ke satu jenis style, tetapi lebih mengarah kepada desain dan proses penggunaan bangunan yang ramah lingkungan, serta bisa menjaga kelestarian sumber daya alam kita dengan cara mengefisiensikan penggunaan listrik maupun air selama bangunan tersebut digunakan.

Tujuan utama dari Desain Bangunan green building ini adalah mengurangi dampak negatif sebuah bangunan terhadap baik lingkungan dan kesehatan kita sebagai penghuninya.Yang menjadi ciri dari sebuah green building di antaranya adalah lebih banyak mang terbuka (tanaman) sehingga perbandingan antara bangunan dan ruang terbuka lebih harmonis. Fenestrasi pada massa bangunan baik yang bersifat visual (jendela dan pintu lebar) juga akan bertambah guna memaksimalkan cahaya alami yang masuk pada setiap ruang sehingga dapat menghemat penggunaan lampu pada siang hari.

Perancangan letak fenestrasi yang baik juga bisa menciptakan cross ventilation sehingga penggunaan AC dapat diminimalisasi. Penggunaan material daur ulangjuga makin marak di pakai se bagai bagian dari bangunan, apakah yang bersifat struktural maupun sebagai pengisi. Ciri lain yang terlihat adalah penggunaan sumur resapan sebagai sarana untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Penggunaan tanaman (soft-scape) sebagai bagian dari desain arsitekrur juga mulai banyak diterapkan sebagai usaha memperluas bidanguhijau". Penerapannya bisa pada bidang vertikal i sebagai penutup dinding, tanaman ram bat, kisi-kisi dengan rambatan pohon, pot-pot yang disusun vertikal atau sebagai partisi maupun pada bidang horizontal. Beberapa bangunan, bahkan sudah lebih maju lagi menggunakan sumber energi alternatif seperti panel-panel photovoltaic sebagai sumber energi listrik. Respons pengembang terhadap masalah lingkungan yang sedang kita hadapi saat mi cukup tanggap. Beberapa pengembang besar sudah memakai ide "rumah ramah lingkungan" tersebut sebagai marketing gimrnxk dan bahkan sudah diterapkan pada desain rumah-rumah yang mereka jual ke publik.

wwf.or.id

Rabu, 09 September 2009

Perpaduan Bangunan Ramah Lingkungan - Hemat Energi

Isu pemanasan global masih menghangat di segala bidang kehidupan. Berbagai upaya terus dilakukan untuk menghambat pemanasan buana, perubahan iklim secara ekstrem, dan degradasi kualitas lingkungan.

Belum usai berbenah menata lingkungan, krisis ekonomi global kembali menggoyang sendi-sendi kehidupan kota dan kita, termasuk sektor properti. Krisis yang datang beruntun dan bertubi-tubi seharusnya sanggup menggugah kesadaran kita.


Bentuk arsitektur bangunan (rumah, gedung) harus berempati, tanggap, dan memberikan solusi. Salah satunya adalah memadukan bangunan (rumah, gedung) yang hemat energi dan ramah lingkungan. Beberapa bangunan
Bali condotel sudah mulai mengembangkan bangunan seperti ini.


Bak ibarat tubuh, kita perlu melakukan diet mengurangi kadar kolesterol dalam bangunan dan menjadikan bangunan lebih langsing dan segar yang dapat menyehatkan diri sendiri (kantong tabungan, bangunan, penghuni) dan lingkungan (warga, kota) serta menghindari stroke komplikasi sosial. Untuk itu, kita perlu mengenali pokok-pokok permasalahan dan upaya-upaya yang dapat dilakukan.


Pembangunan bangunan hemat energi dan ramah lingkungan harus murah, mudah, dan berdampak luas. Pengembangan kota hijau (green city), properti hijau (green property), bangunan hijau (green building), kantor/sekolah hijau (green school/office), hingga pemakaian produk hijau (green product) terus dilakukan untuk turut mengurangi pemanasan global dan krisis ekonomi global.


Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung mendorong pembangunan bangunan berarsitektur lokal terasa lebih ramah lingkungan dan selaras dengan lingkungan asal. Desain bangunan (green building) hemat energi, membatasi lahan terbangun, layout sederhana, ruang mengalir, kualitas bangunan bermutu, efisiensi bahan, dan material ramah lingkungan (green product).


Bangunan hijau mensyaratkan layout desain bangunan (10 persen), konsumsi dan pengelolaan air bersih (10 persen), pemenuhan energi listrik (30 persen), bahan bangunan (15 persen), kualitas udara dalam (20 persen), dan terobosan inovasi (teknologi, operasional) sebesar 15 persen.


Seberapa besar bangunan (rumah, gedung) yang akan dibangun? Cukup adalah cukup. Volume bangunan dijaga agar biaya pembangunan, pengoperasian, dan pemeliharaan terkendali dan lebih hemat.


Bangunan dirancang dengan massa ruang, keterbukaan ruang, dan hubungan ruang luar-dalam yang cair, teras lebar, ventilasi bersilangan, dan void berimbang yang secara klimatik tropis berfungsi untuk sirkulasi pengudaraan dan pencahayaan alami merata ke seluruh ruangan agar hemat energi. Termasuk dalam lantai keramik atau marmer. Kalau bisa cukup melakukan
poles marmer, jangan sampai menggantinya, karena bagian yang diganti hanya akan menjadi “sampah”.


Jika mempunyai hewan buatlah, kandang hewan peliharaan yang sederhana yang mencakup juga tempat makan hewan, pemandian hewan, tempat menaruh
obat hewan, dsb.


Semoga bermanfaat!!!


kompas.com


Dukung Kampanye
Stop Dreaming Start Action Sekarang