Tampilkan postingan dengan label makanan tradisional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makanan tradisional. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Mei 2010

Dari Hobi Bisa Tercipta Usaha Toko Bunga


Kehadiran anggrek ternyata mampu mendorong para pehobi, bahkan ibu-ibu rumah tangga, untuk berbondong-bondong mencoba mengembangkan anggrek. Selain untuk menikmati indahnya bunga-bunga anggrek, juga dicoba dijadikan peluang usaha florist atau Toko Bunga. Secara teknis, usaha penanaman anggrek tak membutuhkan investasi besar, cukup ala kadarnya. Dari segi waktu, masih bisa dikerjakan secara sambilan. Dari pengalaman di lapangan, sekurang-kurangnya ada tiga kunci sukses bisnis Toko Bunga mengusahakan anggrek sebagai berikut:

1. Melakukan pembesaran bibit

Umumnya, ibu-ibu melakukan pembesaran bibit anggrek, lalu ditanam dalam pot atau terkadang papan pakis. Coba tengok aneka anggrek dalam pot yang dipasarkan di pinggir-pinggir jalan kota, di warung tanaman hias, atau justru di halaman rumah. Harganya cukup terjangkau. Misalnya: anggrek bulan dalam pot senilai Rp 15 ribu sampai Rp 20 per pot.

2. Mengatur pembungaan

Tujuannya agar kita selalu memiliki tanaman anggrek yang berbunga. Pasalnya, para pembeli biasanya lebih tertarik pada anggrek dalam pot yang sedang berbunga.

3. Mencegah penyakit

Waspada terhadap amukan penyakit busuk daun dan antraknosa. Kalau bisa, lakukan pencegahan semampunya.

DALAM POT

Penanaman anggrek dalam pot untuk skala kecil biasanya dilakukan di sekitar rumah, entah di beranda, koridor, ataupun di bawah pohon peneduh sekitar rumah. Langkah-langkah penanaman adalah sebagai berikut:

1. Penyiapan pot

Sediakan pot tanah berukuran berdiameter sekitar 20-30 cm, sekaligus media tanam berupa arang atau pecahan bata merah dan sabut kelapa atau cincangan pakis. Sebaiknya cuci bersih sabut kelapa atau cincangan pakis dan rendam dalam larutan pupuk.

2. Pengisian pot

Masukkan selapis arang atau pecahan bata merah pada dasar pot. Lantas, isikan media tanamnya hingga cukup penuh.

3. Menanam bibit

Ambil bibit anggrek yang berasal dari pot kemunitas (pot komunitas adalah pot yang telah ditanami satu bibit yang berumur 9-12 bulan dan berdaun 2-5 helai, lalu dibiarkan hidup sampai 6 bulan). Cara pengambilan harus ekstra hati-hati, jangan sampai akar-akarnya patah atau putus! Selanjutnya, tanam bibit di tengah-tengah pot, lalu timbun dengan media tipis. Tempatkan pada lokasi yang sirkulasi udaranya baik, tidak langsung tersengat sinar matahari.

Di samping ditanam dalam pot, juga bisa ditanam pada papan pakis. Pertama-tama, sediakan papan pakis berukuran panjang 20-30 cm, lebar 15-20 cm, dan ketebalan 2-3 cm. Ambil bibit anggrek dari pot komunitas dan tempelkan tepat di tengah-tengah papan pakis. Setelah itu, ambil kawat berbentuk huruf yang dijepitkan pada batang pohon.

kebonkembang.com

Temukan semuanya tentang Makanan & Restaurant dan Toko Bunga

Makanan Indonesia, Disajikan ala Eropa


SIAPA sangka, menikmati nasi kuning atau orek tempe bisa dilakukan di restaurant mewah, dengan konsep jamuan ala Eropa, serta pelayanan nomor satu. Apalagi, semua disajikan dengan mempertahankan cita rasa aslinya.

Dulu, menikmati Makanan tradisional seperti nasi kuning, oseng-oseng toge, ataupun sayur asem mungkin hanya bisa dilakukan di rumah sendiri atau di warung pinggir jalan. Khusus yang terakhir, kondisinya jelas tidak nyaman. Kebersihannya juga diragukan.

Nah, pengusaha restaurant rupanya jeli juga akan potensi yang bisa dikembangkan dari makanan khas Indonesia itu. Maklum, peminat makanan tradisional bisa dibilang sangat banyak. Maka, muncullah restaurant yang khusus menyajikan makanan Indonesia dengan gaya penyajian ala Eropa.

Restaurant Oasis di kawasan Raden Saleh, Jakarta bisa dibilang salah satu pelopor lahirnya restaurant berkelas yang menawarkan Makanan Indonesia asli. Meski demikian, restaurant yang dibangun pada akhir 1980-an ini justru memasang target orang asing atau ekspatriat sebagai konsumennya.

Hingga menjelang 2000, Oasis bisa dibilang melenggang sendirian sebagai restaurant eksklusif yang menawarkan masakan khas Indonesia. Mulai 2000-an, semakin banyak bermunculan restaurant-restaurant mewah yang menyajikan makanan khas Indonesia. Sebut saja Kembang Goela, Bunga Rampai, Merah Delima, Lara Djonggrang, hingga Dapur Baba. Mereka rata-rata menyajikan makanan Indonesia sebagai alat penarik pengunjung.

Simak saja menu seperti nasi ijo, kering tempe, kentang balado, ikan kerapu, sampai jajanan pasar seperti bolu kukus. Meski begitu, masing-masing Restaurant punya ciri khasnya masing-masing.

Restaurant Kembang Goela, misalnya, lebih banyak menyajikan makanan Belanda peranakan Indonesia. Artinya menu yang disajikan ialah makanan Belanda yang juga sudah menjadi makanan sehari-hari orang Indonesia. Semisal sosis yang diberi nama Sosis Om Yance. Namun, tetap ada pula makanan dan minuman tradisional seperti es yang terbuat dari peyem atau tape.

Sedangkan Restaurant Bunga Rampai, lebih menyediakan makanan Indonesia dari penjuru Nusantara, mulai Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi. Merah Delima menyediakan makanan China peranakan Indonesia, sedangkan Lara Djonggrang, sesuai namanya, lebih banyak menyajikan makanan Jawa.

okefood.com

Temukan semuanya tentang Makanan & Restaurant dan Toko Bunga