Tampilkan postingan dengan label arsitek minimalis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label arsitek minimalis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Desember 2009

Arsitek Harus Kreatif Sekaligus Beretika




Arsitek dituntut lebih kreatif di dalam memainkan desain arsitektur maupun struktur konstruksi yang lebih murah, tetapi tepat guna. Termasuk, ikut menyelaraskan diri dengan pendekatan desain arsitektur hijau. Sektor industri kreatif yang satu ini termasuk yang bakal signifikan terkena dampak krisis finansial global.
Demikian imbauan yang disampaikan Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Jawa Barat Pon S. Purajatnika, Rabu (7/1) menyikapi kondisi krisis finansial global yang tengah melanda. Di tengah kondisi berat macam ini, ia menyarankan, arsitek mulai mengubah paradigmanya dalam berkreasi. Kata kuncinya yaitu kembali ke alam dan lingkungan.
"Green architecture (arsitektur hijau), green environments, entah terkait dengan isu pemanasan global maupun persoalan krisis, akan berkembang," tuturnya. Kreativitas ini misalnya bisa diarahkan dalam pemilihan metoda maupun bahan bangunan alternatif yang sarat muatan lokal dan murah. Ia mencontohkan bahan campuran jerami yang bisa menggantikan fungsi batu dan bambu sebagai bahan konstruksi.
Penelitian bahan-bahan alternatif ini telah dilakukan Pusat Penelitian dan Pengembangan Konstruksi. "Selama ini, di Jabar, bambu ini kan melimpah. Tetapi, masih terkesampingkan. Hanya digunakan di bangunan-bangunan tradisional atau terbatas pada restoran," ujarnya. Padahal, berdasarkan pengamatannya, bahan dari bambu ini cukup kuat untuk menjadi penunjang bangunan berlantai empat sekalipun.
Tahun 2009 ini, IAI Jabar akan intensif melakukan studi, telaah, dan seminar bahan-bahan alternatif ini. Termasuk, sayembara di antara para arsitek untuk mendorong inovasi dan kreativitas.
Namun, satu hal yang tidak kalah penting adalah faktor etika dan integritas. Kerusakan kota yang terjadi, ucapnya, tidak terlepas dari peran desain arsitek. Hal ini terlihat dalam serangkaian kasus misalnya Babakan Siliwangi, Hotel Punclut, dan hotel di Lembang. Kasus terakhir adalah pembangunan Pusat Informasi Majapahit di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.
Dalam risetnya, Sugeng Triyadi S., dosen arsitektur Institut Teknologi Bandung, mengungkapkan, nilai-nilai kearifan lokal yang tertuang di dalam bangunan tradisional sunda sebetulnya memiliki berbagai kelebihan dibandingkan arsitektur modern saat ini. Meskipun teknik dan prosesnya sangat sederhana, bangunan ini memiliki operasionalisasi yang lebih hemat. Hal yang kini tengah dicari. Ini muncul akibat sistemiknya sistem struktur, utilitas (fungsi), dan interior-nya. Beberapa bangunan bahkan tahan gempa


Kompas.com

Selasa, 15 Desember 2009

Jeli Merancang Arsitektur Desain Rumah



Gaya dan bentuk rumah seseorang biasanya mencerminkan selera dan keinginannya. Orang yang menyukai sesuatu yang klasik, biasanya akan menyukai rumah yang corak Arsitektur Desainnya klasik. Demikian pula mereka yang suka pada hal-hal yang simpel dan sederhana, akan menyukai rumah bergaya minimalis yang coraknya sederhana.

Kita memang bisa menentukan corak dan gaya rumah sesuai dengan keinginan dan selera kita. Untuk mewujudkan itu, kita bisa menggunakan jasa arsitek. Mereka yang akan membantu mewujudkan keinginan kita pada rancang arsitektur desain bangunan rumah yang kita kehendaki. Agar hasilnya maksimal, pemilik rumah dan sang arsitek perlu kerja sama dan komunikasi. Ini penting agar ide dan keinginan pemilik rumah bisa diterjemahkan dengan baik dan indah oleh arsitek.

Saat ini, banyak perusahaan jasa arsitektur yang bisa kita minta untuk membantu merancang arsitektur desain rumah. Soal harga, tentu bisa dibicarakan sesuai dengan kesepakatan. Jika kita punya teman atau kolega yang kebetulan berprofesi sebagai arsitek, tentu lebih memudahkan. Di samping biaya lebih murah, proses komunikasi dan interaksi yang terjalin bisa lebih dekat dan intensif. Jika menggunakan jasa arsitek, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan agar hasil rancangannya optimal, yaitu :

1. Sebelum mulai merancang, sampaikan anggaran yang kita miliki kepada sang arsitek. Ini penting agar arsitek bisa menyesuaikan rancangannya dengan kemampuan keuangan kita.

2. Kenali berbagai gaya arsitektur desain yang ada dan yang kita ingin wujudkan dalam rumah. Apakah itu gaya Eropa, Timur Tengah, atau gaya Jawa. Kita bisa mencarinya dari majalah, buku, situs Internet, dan sumber informasi lainnya. Setelah menentukan gaya apa yang kita inginkan, komunikasikan dengan sang arsitek. Makin jelas keinginan dan gaya bangunan yang kita kehendaki, makin mudah bagi arsitek untuk mewujudkannya dalam sebuah rancangan bangunan.

3. Perhatikan saran dan pertimbangan yang diberikan arsitek. Jika dia menilai ide kita kurang pas, maka sebaiknya ikuti pendapat dan saran tersebut. Jangan terlalu memaksakan ide jika hal itu malah membuat bangunan rumah menjadi kurang pas atau tepat menurut penilaian arsitek.

4. Pada proses pembuatan rancangan arsitektur desain rumah ini diperlukan diskusi dan kerja sama yang baik antara kita dengan sang arsitek. Sering-seringlah mengadakan diskusi dan tukar pemikiran agar arsitek benar-benar memahami apa yang menjadi keinginan Anda.

5. Jika rancangan rumah selesai dibuat, mintalah gambar kerjanya secara lengkap dari arsitek. Ini akan sangat membantu kontraktor saat membangun rumah sesuai dengan hasil rancangan Arsitektur Desain tersebut.

isdaryanto.com

Rabu, 11 November 2009

Kreasi Renovasi Rumah Anda Secara Berkala



Bosan dengan tampilan rumah Anda? Punya dana lebih untuk suatu suasana yang lebih fresh dan “hidup”? Maka, silakan melakukan make over (perombakan/renovasi/perubahan) atau Arsitektur Desain atas rumah Anda sesuai selera dan dana yang tersedia. Ini fenomena yang secara diam-diam mulai ngetren di tengah masyarakat kita.

Kita tak boleh menyalahkan perasaan bosan yang memang ada pada diri setiap manusia. Perasaan bosan atau jenuh merupakan sifat ekspresif manusia sebagai insan yang berakal-budi. Namun, kebosanan atau kejenuhan yang berkepanjangan dapat mematikan kreativitas dan motivasi seseorang.

Demikian halnya kejenuhan atas suasana sekeliling, misalnya arsitektur desain suasana kantor (tempat kerja) atau rumah (tempat tinggal), berdampak pada kualitas kehidupan manusianya. Merosotnya kualitas kehidupan dengan sendirinya menarik ke bawah kualitas kerja dan kualitas ide.

Manajemen perusahaan yang memahami hal ini berusaha menghalau kejenuhan dari hati para karyawannya dengan merenovasi dan arsitektur desain kantor (meski sekadar mengganti warna cat dinding) secara berkala. Usaha paling minimal yang dilakukan untuk mengatasi soal psikis itu ialah dengan mengubah posisi meja (kamar) kerja para karyawan secara berkala. Suasana baru diharapkan memberi elan dan kesegaran baru bagi para pekerja.

Suasana rumah yang monoton apakah membawa kejenuhan bagi para penghuninya? Diakui atau tidak, inisiatif merenovasi arsitektur desain rumah, sekecil apa pun, merupakan jawaban atas pertanyaan tersebut. Sebagian orang yang kaya tak mau menunggu lama untuk merenovasi periodik terhadap rumah mereka

Nuansa baru

Perubahan baru, tampilan baru, juga warna-warna baru menghadirkan nuansa baru yang merangsang saraf-saraf sensitif pada otak kita dan menghasilkan reaksi impresif yang melahirkan ide kreatif. Itu sebabnya setiap perubahan arsitektur desain rumah yang menghasilkan nuansa baru senantiasa memberikan semangat hidup dan sumber ide yang lebih segar pula.

Perusahaan berbasis ide-ide kreatif dan inspiratif seumpama production house, periklanan, penerbitan majalah, dan salon kecantikan biasanya sangat mengerti dan mengapresiasi fenomena yang mulai meluas ini.

Lepas dari masalah kecocokan dan selera, nuansa baru yang muncul di sekeliling kita senantiasa memberikan spirit karena nuansa baru lekat dan kental dengan hal-hal kebersihan, pembaruan, dan semangat kreatif.

Jangka waktu periodik make over atau arsitektur desain bangunan yang umum dilakukan ialah sekali dalam setahun. Meskipun demikian, jangka waktu periodik make over sekali dalam dua tahun masihlah wajar dan tidak dapat dikatakan telat. Make over pada rumah tinggal-secara berjenjang dari kategori berat sampai yang paling ringan-dapat dilakukan terhadap fisik bangunan (fasad dan struktur), penataan ulang komposisi arsitektur desain ruang, penggantian elemen interior (furnitur dan aksesoris) dan penggantian warna cat.

Bagi yang tinggal di apartemen, make over arsitektur desain dapat dilakukan pada elemen interior dan permainan warna cat. Adapun perubahan pada fasad tidak mungkin dilakukan, demikian pula halnya terhadap struktur bangunan. Inisiatif semacam ini bukanlah sesuatu yang harus dipaksakan. Semuanya kembali pada soal selera, keinginan, dan kesiapan budget masing-masing orang.

sakalima.com

Rabu, 09 September 2009

Konsep Desain Minimalis Untuk Rumah Mungil

Tersedianya lahan rumah yang kian minim dewasa ini memang menjadi kendala tersendiri untuk menghadirkan rumah yang nyaman tanpa Sewa Apartemen. Salah satu kesulitan yang ditemui adalah keterbatasan ruang sehingga pergerakan anggota keluarga pun terbatas. Bagi sebagian orang, lahan yang kecil bukan masalah karena justru memudahkan mereka untuk merawatnya, terlebih bila memiliki tingkat kesibukan yang tinggi. Namun bila jumlah anggota keluarga dan kebutuhan ruang kian bertambah, konsep dan Design Architect rumah bertingkat bisa dijadikan jalan keluar. Berikut beberapa tips yang bisa dijadikan inspirasi bagi Anda.

Rumah Idaman

1. Pembagian Ruang
Dengan adanya dua lantai, membagi area akan terasa lebih mudah. Di lantai bawah bisa dibuat dua ruang tidur, dengan satu kamar utama dan satu kamar yang lebih kecil, serta satu kamar mandi. Untuk pemisahan area antara ruang tamu dan ruang makan bisa dilakukan dengan menggunakan pemisah ruangan yang mudah dipindahkan. Bila masih tersisa ruang terbuka di bagian belakang, bisa juga digunakan sebagai ruang makan tanpa menghilangkan taman sama sekali. Tentunya dengan tambahan atap atau kanopi untuk menahan tampias air hujan. Sementara itu di lantai atas bisa digunakan sebagai ruang menonton televise (Arsitektur Ruang) untuk menjaga privasi, area untuk menjemur pakaian dan dua kamar tidur tambahan. Usahakan untuk tidak membuat terlalu banyak sekat, baik di lantai atas maupun bawah. Untuk menyiasati area kamar mandi yang sempit, Anda dapat menyingkirkan bak mandi dan mengganti dengan shower yang jauh lebih hemat tempat.

2. Cahaya
Satu hal yang harus diperhatikan dari rumah mungil adalah memberi cahaya masuk lebih banyak untuk memberi kesan lebih luas. Atap yang cukup tinggi, membuat balkon atau bukaan jendela yang cukup besar dapat memberi cahaya yang lebih banyak. Agar lebih maksimal, gunakan pula warna furnitur dan dinding yang terang.

3. Furniture
Gunakan furniture dengan ukuran sedang untuk menjaga fleksibilitas area. Akan lebih baik bila menggunakan furniture multifungsi, seperti tempat tidur yang memiliki laci penyimpanan di bagian bawahnya. Gunakan pula furniture yang memungkinkan untuk mengisi bagian sudut untuk meminimalkan area yang terbuang. Saat ini ada beberapa pengembang yang menggunakan konsep rumah bertingkat di atas lahan mungil. Bila tidak, tanyakan secara detil apakah penghuni dapat mengubah bentuk dasar rumah dan pondasi rumah tersebut sanggup untuk dibuat dua tingkat. Akan lebih baik lagi bila masih ada sisa lahan, sekitar 0,5-1 meter, untuk mengembangkan bentuk rumah.

daukhan-arsitek.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang