Tampilkan postingan dengan label model rumah minimalis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label model rumah minimalis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Mei 2011

Taman Minimalis Untuk Rumah Minimalis


Rumah Minimalis - LAHAN sempit seringkali menjadi alasan sebuah rumah tidak memiliki taman. Ditambah lagi dengan kesibukan si empunya rumah, yang membuatnya tidak mau terlalu repot mengurus taman dan tanaman.

Padahal keberadaan taman, dapat memberikan banyak manfaat. Tidak hanya memperindah tampilan fasad rumah, taman juga merupakan salah satu solusi terbaik untuk sirkulasi udara. Bagaimana membuatnya pada lahan yang minim?

rumah minimalis

Tak sulit! Setiap masalah ada solusinya. Untuk lahan terbatas, bangunan sebuah taman kecil berkonsep minimalis. Taman ini merupakan konsep taman yang menuntut kepraktisan. Pilihan jenis tanamannya (softscape) cenderung dari jenis yang mudah ditanam dan dirawat. Contohnya, bakung, palem, euphorbia, dan sebagaiya. Tanaman-tanaman ini tidak membutuhkan penyiraman yang terlalu sering. Selain itu, mereka juga tahan panas dan perubahan cuaca.

Tak hanya tanaman, furnitur dan aksesori pun harus minim perawatan. Pilihannya bisa menggunakan batu alam atau taburan koral. Batu alam berwarna gelap, seperti batu candi atau batu tempel, tidak akan mudah terlihat kotor, sehingga tidak perlu sering dibersihkan.

rumah minimalis

Sedangkan taburan batu koral, bisa diaplikasikan sebagai pengganti rumput. Tetapi bukan berarti taman minimalis tidak boleh ditanami hamparan rumput. Boleh saja, asal pilih rumput yang mudah perawatannya, seperti rumput gajah mini atau kucai mini.

Taman minimalis bisa diaplikasikan di berbagai ukuran lahan. Tinggal pandai-pandai mengatur letak softscape dan hardscape, sehingga tetap indah walau berada di lahan yang juga minim.

Untuk menambah keindahan taman, taman dapat dipadu dengan elemen bergaya tradisional Indonesia. Elemen ini dapat ditambahkan dalam jumlah yang juga minim, alias tidak mendominasi ruang pada taman. Misalnya, menenam tanaman kamboja dan ornamen bergaya Bali untuk menciptakan nuansa Bali. Atau bisa juga dengan menempatkan furnitur antik Jawa untuk menciptakan nuansa Jawa masa lalu.

Mudah bukan? Jadi tunggu apa lagi? Ayo segera bangun tamannya!

sumber:rumahbeta.co.cc

Rabu, 26 Januari 2011

Konsep dan Gaya Rumah Minimalis




RUMAH MINIMALIS - Istilah yang sudah sangat akrab dengan telinga kita bukan? Pernahkah anda mencermati desain rumah dengan desain serba kotak, polos, garis-garis tegas, dinding transparan, bukaan luas serba persegi? Ya.. gaya arsitektur rumah minimalis memang sudah menjadi trend yang berkibar di tahun-tahun terakhir. Gaya ini dilatarbelakangi terutama oleh kehidupan masyarakat perkotaan, dimana segala sesuatunya cenderung dituntut serba fungsional, sederhana namun efisien. Bagi sebagian besar orang gaya arsitektur minimalis menjadi pilihan yang tepat, seiring dengan kehidupan yang serba modern dan simple yang biasa disebut modern living.

rumah minimalis

Apa sih Gaya Rumah Minimalis ?

Sesuai dengan namanya minimalis, maka semuanya serba minimalis, baik bentuk, ruang, serta bahan yang digunakan. Meskipun begitu pada prakteknya biaya pembangunan rumah minimalis bisa lebih mahal dibanding rumah biasa. Itu terjadi karena rumah minimalis menuntut tingkat ketepatan atau presisi, serta finishing yang sempurna.

Idealnya, konsep rumah minimalis murni bertujuan meminimkan fungsi rumah, berikut fungsi ruangan di dalamnya. Rumah minimalis menawarkan segala sesuatu serba satu fungsi. Jadi ruang-ruang dalam rumah hanya menawarkan satu fungsi saja. Rumah minimalis murni memiliki interior dan eksterior yang serba simple, datar, bersih, dan rata. Mungkin bagi sebagian orang rumah minimalis berkesan dingin dan tidak komunikatif karena tidak banyak terdapat aksen dan elemen dekoratif serta minim ornamentasi. Inilahlah yang coba diusung oleh konsep rumah minimalis. Fungsional, simple, cenderung bersih dan meninggalkan ornamentasi. Bangunan dalam konsep minimalis selalu berangkat dari ketiga hal di atas.

Evolusi Rumah Minimalis

Latar belakang budaya serta kebiasaan hidup masyarakat pada umumnya, membuat gaya minimalis murni mengalami perubahan-perubahan menjadi varian baru minimalis. Saya sih senang menyebut varian minimalis baru ini dengan istilah Evolusi Minimalis.

Menurut saya tidak ada yang salah, ketika gaya minimalis murni harus beradaptasi dengan kebiasaan kita yang cenderung memaksimalkan ruang dengan berbagai kegiatan. Atau harus beradaptasi dengan kecenderungan menggabungkan sejumlah aksen untuk mempercantik rumah.

Pada akhirnya pilihan ada pada anda, terpulang pada gaya hidup dan kebiasaan anda sehari-hari. Karena gaya arsitektur rumah pada hakikatnya adalah wadah dan cermin dari pribadi dan hidup anda.

Jadi minimalis yang manakah anda?

sumber:membangunrumah.com