Tampilkan postingan dengan label toko mebel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label toko mebel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 November 2009

Tips Memilih Mebel Kayu



Anda pasti kesal ketika memilih lemari kayu kemudian pintunya sulit dibuka, padahal belum genap sebulan anda membelinya. Nah, itu tadi hanya satu keluhan yang lazim kita jumpai, selain itu masih sering kita jumpai lapisan cat mengelupas, retak-retak, bengkok, melengkung, patah, berjamur, dan sebagainya. Anda tentu tidak ingin hal ini terjadi lagi pada anda bukan?

Ada
beberapa tips sebelum anda membeli mebel dari kayu. Langkah pertama adalah mengamati harganya. Semakin miring harga yang di tawarkan oleh Toko Mebel padahal kayu yang ditawarkan adalah jati, anda harus curiga karena kayu yang digunakan kemungkinan besar tidak mengalami proses pengeringan dengan oven. Apabila anda menghendaki kualitas, carilah harga mebel dengan harga yang wajar dengan membandingkan antar toko mebel.

Langkah kedua adalah dengan mengamati prosentase gubal pada mebel. Sebaiknya pilihlah kayu tanpa gubal atau apabila dompet anda tidak tebal, pilihlah dengan rasio 60 kayu tua : 40 gubal. Anda dapat melakukannya dengan memperhatikan beberapa bagian kayu secara sepintas. Apabila telah terlatih, anda dapat dengan segera menakar kualitas mebel yang ditawarkan.

Nah, akan lebih sulit untuk mengamati gubal pada mebel dengan finish gelap. Hal ini sebenarnya tidak sulit apabila anda sudah membanding-bandingkan harga antar toko. Apabila selisih jauh, sebenarnya anda sudah bisa menerka kualitasnya bukan?

Ketika anda tidak memiliki cadangan budget yang cukup, sebenarnya anda memiliki pilihan untuk membeli mebel dari bahan kayu sungkai, ramin, atau Kalimantan di toko mebel. Umumnya harga-harga mebel tersebut lebih murah dibandingkan jati dan usia tebang pohon biasanya tua. Memang keindahan serat kayu pasti kalah dibandingkan jati, tetapi daya tahan justru lebih baik daripada anda membeli jati murahan.

Selain itu anda dapat memilih mebel dari bahan lain, misalkan fiberglass, kaca, plastik, particle board, MDF, atau mungkin malah perpaduan kayu dengan teak wood board. Kualitas yang terakhir ini biasanya justru lebih baik dibandingkan anda memaksakan membeli mebel jati dengan kualitas yang rendah.

Langkah ketiga dilakukan apabila anda masih tetap memilih bahan jati sebagai bahan mebel favorit. Sebaiknya anda memilih serat kayu yang lurus. Hindari mata kayu yang terlalu banyak karena meskipun si penjual berkilah bahwa mebel jadi lebih ?nyeni?, namun apabila kering mata kayu dapat meninggalkan lubang yang cukup mengganggu.

Apabila mebel ditawarkan dalam harga miring di toko mebel, hindari memilih sambungan papan pada bidang yang lebar. Biasanya apabila musim berubah, sambungan akan meninggalkan garis menganga yang cukup lebar. Hal ini masih diperburuk lagi dengan bekas dempul yang pecah. Masih lebih baik apabila anda memilih mebel ?tanpa sambungan? atau dengan kata lain si pengrajin atau toko mebel memang sengaja hanya menyejajarkan bidang papan dengan memberi jarak seperlunya untuk menghindari efek kembang susut kayu.

Yang lebih penting lagi adalah usahakan untuk membeli mebel di toko mebel kepercayaan anda. Apabila reputasi toko mebel ini baik, tentu saja si pemilik tidak akan meresikokan dirinya terkena komplain dari pelanggannya bukan? Nah, mudah-mudahan setelah membaca artikel ini anda tidak salah lagi memilih mebel kayu.

ruang9.com

Rabu, 09 September 2009

Pilih Furniture Praktis & Multifungsi

Inspirasi Desain Dewasa ini, rumah-rumah maupun lahan banyak yang dijual dalam kavling kecil, demikian pula dengan apartemen maupun kondominium, terutama di kota besar. Seringkali, kita direpotkan dengan urusan memilih furniture yang terbaik untuk rumah kita, mungkin karena ruang yang cukup sempit dan tidak bisa menampung banyak furniture. Dalam hal ini, furniture multi fungsi adalah salah satu solusinya.

Bila kita berjalan-jalan ke Toko Mebel, pasti sudah banyak sekali ragam furniture yang unik dan menarik, tak mau kalah, furniture multi fungsi pun makin banyak ragamnya. Karena didesain untuk ruang-ruang yang kecil, biasanya furniture seperti ini juga terlihat kompak, simple dan tidak memakan tempat.

Contoh furniture multi fungsi adalah nakas atau bagian bawah tempat tidur yang juga berfungsi sebagai coffe table. Nakas atau tempat tidur seperti ini memiliki laci-laci penyimpan, dan diatasnya dapat dipakai fungsi lain, yaitu sebagai meja dan sebagai tempat tidur.

Contoh lain seperti meja kerja yang dapat 'disimpan' dalam sebuah lemari kecil (Maket Miniatur). Sesuaikan jenis furniture dengan tujuan, kebutuhan atau kegiatan yang sering anda lakukan sehari-hari. Banyak ragam perabot atau perkakas yang dapat menghemat tempat di dalam ruangan, dengan konsep multi fungsi. Elemen desain furniture yang simpel, praktis dan berukuran kecil menjadi faktor penting dalam memilih suatu perabot jenis ini, bila anda menghendaki rumah kecil kita tidak penuh sesak dengan barang-barang yang tidak berguna.

Untuk desain interior, pilih warna furniture (Home Ventilation) yang netral dan terang atau yang sama dengan warna dinding agar ruangan tetap terlihat lapang. Gunakan cermin besar untuk penutup dinding ruangan dan menambah kesan luas ruangan.

astudioarchitect.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang