Tampilkan postingan dengan label contoh desain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label contoh desain. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Desember 2009

Desain Grafis Menurut Dunia




Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam desain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. Desain grafis diterapkan dalam desain komunikasi dan fine art. Seperti jenis desain lainnya, desain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (desain).

Seni desain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak.


Prinsip dan unsur desain

Unsur dalam desain grafis sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya. Unsur-unsur tersebut (termasuk shape, bentuk (form), tekstur, garis, ruang, dan warna) membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual. Prinsip-prinsip tersebut, seperti keseimbangan (balance), ritme (rhythm), tekanan (emphasis), proporsi ("proportion") dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek struktural komposisi yang lebih luas.

Peralatan desain grafis

Peralatan yang digunakan oleh desainer
desain grafis adalah ide, akal, mata, tangan, alat gambar tangan, dan komputer. Sebuah konsep atau ide biasanya tidak dianggap sebagai sebuah desain sebelum direalisasikan atau dinyatakan dalam bentuk visual.Pada pertengahan 1980, kedatangan desktop publishing serta pengenalan sejumlah aplikasi perangkat lunak grafis memperkenalkan satu generasi desainer pada manipulasi image dengan komputer dan penciptaan image 3D yang sebelumnya adalah merupakan kerja yang susah payah. Desain grafis dengan komputer memungkinkan perancang untuk melihat hasil dari tata letak atau perubahan tipografi dengan seketika tanpa menggunakan tinta atau pena, atau untuk mensimulasikan efek dari media tradisional tanpa perlu menuntut banyak ruang.

Seorang perancang grafis menggunakan sketsa untuk mengeksplorasi ide-ide yang kompleks secara cepat, dan selanjutnya ia memiliki kebebasan untuk memilih alat untuk menyelesaikannya, dengan tangan atau komputer.


http://id.wikipedia.org/wiki/Desain_grafis

Rabu, 16 Desember 2009

Tips Mendesain




1. Mark-Ing
Sebuah desain gambar logo bisa menjadi mark-ing (mudah diingat), jika ada sebuah bentuk yang diinterpretasikan. Dan untuk melakukan interpretasi ini biasanya seorang desainer menggunakan ?teori analog? untuk mewakili bentuk yang dimaksud. Bentuk yang dimaksud biasanya diambil dari nama sesuatu objek (corporate atau produk) yang dibuat logonya.

2. Eye-Catching
Sebuah desain logo akan memiliki nilai lebih jika memiliki unsur eye-catching.
Dari sekian banyak gambar yang dipajang, baik di outlet, toko buku, atau tumpukan kartu nama, apakah logo tersebut mampu menarik perhatian lebih dominan dibanding gambar atau bentuk yang lain?
Untuk mampu membuat sebuah desain logo yang eye-catching memang tidak mudah. Ada beberapa hal yang musti dipertimbangkan. Mulai target pasar, karakteristik audience yang dituju, atau media yang akan dipakai, dan sebagainya. Tetapi hal ini bisa dipelajari, dan membutuhkan jam terbang yang tinggi.
Salah satu dari unsur di atas yang membuat sebuah desain memiliki eye-catching adalah konsep bentuk yang unik. Selain bentuk yang mark-ing bentuk yang unik juga menjadi salah satu syarat sebuah desain logo mampu menyita perhatian audience. Ada banyak symbol yang bisa dipakai untuk menginterpretasikan sebuah objek, tetapi dari beberapa pilihan alternatif sebenarnya ada salah satu atau salah dua yang lebih eye-catching. Dari bentuk dasar sebuah desain logo sebenarnya bisa ditambahkan cosmetic ( meminjam istilah fashion ) atau ornamen pendukung, berupa bentuk yang sifatnya sebagai pemanis. Selain itu karena sifatnya cosmetic di sini hanya sebagai pemanis, maka kekuatannya tidak begitu dominan. Bentuk yang dipilih sebagai cosmetic bisa berupa bentuk bulat, persegi, kotak, segitiga, atau sekedar garis lengkung.

3. Trend
Perkembangan desain gambar logo sedikit banyaknya dipengaruhi oleh trend, seperti layaknya trend di dalam dunia fashion. Trend di sini mewakili apresiasi dinamika dari bentuk logo itu sendiri. Seperti kita ketahui di awal tahun 2000, trend untuk logo yang berkembang adalah bentukdigital, dimana bentuknya disini lebih banyak diwakili oleh garis dan dot (titik). Hal ini mengacu pada era IT yang berkembang pesat di awal tahun tersebut. Dimana banyak bentuk-bentuk yang mewakili dunia IT menjadi trade mark logo-logo yang lahir pada masa itu. Mulai dari bentuk font sampai konsep efek matrix berpengaruh besar pada proses kelahiran logo-logo.





http://www.designmagz.com

Selasa, 08 Desember 2009

Mendesain Coffee Shop



Kompas.com - salah satu bagian dalam proses membangun bisnis coffee shop adalah mendesainnya. Proses desain ini merupakan awal dari perwujudan bisnis anda, dari bagaimana coffee shop akan terlihat dari dalam maupun luar, hingga menu apa yang anda tawarkan. Seluruh aspek desain ini perlu anda jabarkan di atas kertas, sehingga perencanaan anda dapat ditangkap dengan jelas oleh investor dan kontraktor yang akan membangunnya. Apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam mendesain coffee shop, simak tips dari carl hose, penulis dan kontributor blue review dan writer's journal.
1. Pilih lokasi dimana coffee shop akan didirikan. Jika anda tidak dapat langsung memilih lokasi, setidaknya gambarkan tipe lokasi yang anda cari. Lokasi memang merupakan faktor penting, karena berhubungan dengan cara anda mendesain eksterior dari coffee shop tersebut. Jika anda tidak memiliki gambaran lokasi secara spesifik, anda perlu mencari beberapa ide tentang dimana letak toko yang anda inginkan.
2. Pertimbangkan warna dan elemen dekoratif yang meningkatkan suasana coffee shop. Misalnya, bagaimana dinding interior maupun eksterior design murah dari toko anda dicat dengan warna-warna kopi, dan didekorasi dengan lukisan-lukisan tangan bertema kopi. Cangkir kopi, sekantung kopi dengan biji kopi yang tumpah, serta mesin penggiling kopi, adalah ide-ide desain yang baik. Selain lukisan, anda juga dapat menambahkan dekorasi ruangan dengan barang-barang bertema kopi, seperti mesin penggiling kopi yang antik, atau koleksi cangkir kopi. Ini hanya sekadar contoh saja. Anda bisa menambahkan apa saja sesuai selera anda.
3. Buat sketsa untuk berbagai design murah sebanyak yang anda bisa, dengan penampilan dalam maupun luar bangunan coffee shop. Semakin baik anda dapat menjabarkan sketsa tersebut, semakin efektif sketsa tersebut bagi kontraktor untuk melaksanakan kerja konstruksinya. Jika anda tidak memiliki pengetahuan artistik untuk memindahkan desain anda ke atas kertas, anda perlu mempekerjakan seseorang untuk mengerjakan sketsa tersebut untuk anda. Gambaran dari design plan ini akan membantu anda mendapatkan apa yang anda inginkan selama tahap pembangunan. Anda juga perlu memperhatikan layout lantainya. Anda tentu ingin pengunjung dapat berjalan dengan nyaman tanpa menabrak meja pengunjung yang lain. Pertimbangkan pula furniture yang anda gunakan. Yang pasti, anda akan membutuhkan meja-kursi dan sudut-sudut yang nyaman bagi pengunjung untuk ngobrol sambil menikmati kopi. Stools dan meja-meja, beberapa sofa kecil, dan area untuk pengunjung yang membawa laptop adalah beberapa elemen desain yang praktis.
4. Buat desain menu dengan memikirkan apa keinginan pecinta kopi. Karena anda mendesain coffee shop dari awal, tentu anda juga harus mempertimbangkan item-item lain yang membantu kesuksesan coffee shop anda kelak. Selain kopi segar yang baru dimasak, pastry, cake, atau sandwich dapat menjadi tambahan keuntungan pada menunya. Mendaftar menu yang disajikan di atas kertas, dan menemukan supplier yang cocok, adalah bagian dari proses desain yang dapat menghemat waktu dan uang anda



Http://female.kompas.com