Tampilkan postingan dengan label desain kebaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label desain kebaya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Desember 2009

Desain sebagai Pembeda Fungsi



SIMBOL dianggap banyak orang sebagai lambang kekuasaan. Dalam konsep hunian, simbol dapat menjadi icon penanda agar rumah mudah dikenali. Seperti pada fasad, dapat menjadi simbol forum desain unik atau warna yang menarik.

Lalu bagaimana dengan interior hunian. Bagaimana membuat simbol untuk suatu ruang? Atau pembeda antara kamar tidur utama dengan kamar anak?

Salah satu yang dapat dipakai sebagai pembeda adalah desain furnitur. Jika melihat foto pada artikel ini, kita semua tentu tertuju pada satu fokus yang sama. Ini adalah kamar tidur utama.
Bagaimana bisa? Desain ranjang menjadi kuncinya. Desain yang demikian cenderung banyak dipergunakan pada kamar tidur orang dewasa.
Memang ranjang ini sendiri didesain untuk orang dewasa. Terlihat pada bagian sandaran dibuat tinggi menjulang, mencapai 2 m. Ini jelas tidak standar. Sang desainer interior sengaja membuatnya sebagai simbol. Simbol akan dominasi kepala keluarga yang diwujudkan dalam bentuk kepala ranjang.

"Master Bedroom ditujukan kepada kepala keluarga. Jadi kami ingin tonjolkan status tersebut dengan mendesain kepala ranjang yang cukup dominan dan beda dengan yang sudah sering dipakai umum," ungkap Jane Auw.

Memang untuk membedakan fungsi kamar tidur utama dengan kamar lainnya tidak melulu dari desain ranjang, semuanya bisa di lihat di forum desain. Pembedaan fungsi lebih tepat dapat dilakukan dengan melihat keseluruhan tata ruangan. Namun pada ruang di foto ini, sepintas lalu pembeda itu cukup dilihat dari desain ranjangnya





http://www.kompas.com

Selasa, 08 Desember 2009

Kreativitas dalam Desain Fashion Tanpa Batas


DUNIA rancang busana dan Desain Fashion menawarkan kreativitas tanpa batas. Hal itulah yang dibuktikan para alumnus LaSalle College International Jakarta melalui acara graduation show bertema "Electromagnifique".

Tidak seperti acara kelulusan pada umumnya, alumnus LaSalle dari seluruh program berkolaborasi menciptakan pertunjukan semarak yang bertempat di Ballroom Puri Agung Hotel Sahid Jaya, Jakarta. "Electromanifique?"menjadi sebuah benang merah yang menghubungkan masing-masing karya yang memiliki makna khusus serta idealisme kreativitas dari para siswa La Salle.

Marketing and Promotion Manager La Salle College International Jakarta, Ida Noer mengatakan, karya 96 siswa-siswi itu mengambil inspirasi dari kehidupan modern yang serbabebas.

"Hal itu dipertunjukkan dengan neon color serta gaya saling tabrak, yang justru memberikan keunikan tersendiri bagi koleksi yang akan ditampilkan pada fashion show," ujarnya, sekaligus menambahkan bahwa karya mereka ini merupakan bukti nyata bahwa para alumnus La Salle merupakan insan siap pakai di industri kreatif.

"Hal itu diajarkan melalui seleksi konsep dan garmen oleh para guru serta koordinator fashion show. Hanya, mereka yang memiliki konsep kuat dengan finishing bagus yang bisa tampil di panggung. Karenanya, wajar jika setelah seleksi selesai dilaksanakan, banyak yang menangis karena belum sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Itu juga mengajarkan mereka akan keadaan yang sesungguhnya di lapangan nanti," papar Ida.

Di atas catwalk, siswa-siswi dari Jurusan desain fashion mempertunjukkan lebih dari 270 busana yang dikemas dalam berbagai napas berbeda, hasil kreativitas dan idealisme masing-masing siswa. Beberapa terlihat berani bereksplorasi dengan menghadirkan bentukan unik, ada juga yang mencoba melawan arus desain fashion dengan garis rancangan eksperimental. Sementara sisanya berkompromi dengan pasar dan tren yang berlaku saat ini, mempersembahkan koleksi bergaya global ala kaum urban.

Kendati demikian, Poppy Dharsono, perancang senior sekaligus salah seorang pemegang saham La Salle College International mengatakan bahwa koleksi desain fashion yang dipertunjukkan memperlihatkan bahwa La Salle mampu membentuk insan mode dengan imajinasi dan kemampuan desain yang mumpuni.

Tentu sebagai sekolah desain, La Salle tidak hanya menampilkan fashion show semata, melainkan juga kreativitas desain dari berbagai program studi lain yang dipertunjukkan secara berkesinambungan, seperti Jurusan Fashion Business yang menampilkan enterprise project atau Jurusan Komputer dan Multimedia yang memperagakan film pendek, klip video, dan motion graphic. Adapun Jurusan Fotografi mempertunjukkan foto terbaik mereka dan Interior Design menampilkan instalasi interiornya.

Ida mengatakan, pemilihan tema Desain Fashion pada masing-masing jurusan menunjukkan bahwa industri kreatif adalah sebuah industri yang saling bertautan dan diperlukan sebuah sinergi untuk menyatukannya.

"Kami melihat ada potensi bagus di industri kreatif.Jika kita bisa menyinergikan industri kreatif ini, pasti akan sangat baik," ujarnya.

lifestyle.okezone.com

Selasa, 27 Oktober 2009

Kebaya Membuat Wanita Lebih Anggun




Aminy Aim Sani seorang ibu yang pintar menjahit. Lebih spesial: Penjahit Kebaya. Salah seorang putrinya selalu mengamati saat Aminy bekerja. Diam-diam, sang putri yang masih remaja itu mengikuti jejak Aminy sebagai Penjahit Kebaya. Ia membuat pola, merancang pakaian yang akan dikenakannya. ''Dari kelas 3 SMP saya sudah biasa menjahit baju sendiri,'' ucap Amy Atmanto, sang putri itu.

Remaja putri itu kini berangkat dewasa. Mengikuti jejak sang ibu, dia menjadi perancang dan penjahit busana kebaya. Fokusnya hampir sama: kebaya. Hasil rancangannya dipakai wanita kelas atas negeri ini, juga wanita kelas atas di berbagai negara. Kini ia membangun tiga brand: Royal Sulam, Victoria Couture, Royal Caftan. Ada 59 orang yang dipekerjakan untuk itu.

Amy semula membuka usaha, memanfaatkan kesempatan yang sering ia peroleh ke luar negeri dengan membeli berbagai jenis pakaian. Pakaian itu dijual di butik milik seorang teman, sampai akhirnya menyewa tempat di Kabayoran. Setahun dua tahun berjalan, dia menjadi terbiasa membuat baju sendiri. ''Sampai kadang-kadang, kok kalau saya di-jahitin orang, polanya nggak enak. Saya bikin sendiri polanya,'' jelas dia.

Pakaian dengan pola yang ia buat sendiri itu ternyata mendapat pujian banyak orang. Terkesan unik di mata banyak temannya. Sampai-sampai ada orang yang berminat membeli baju yang sedang ia kenakan. Babak baru dalam kehidupannya pun mulai. Dia seakan menemukan dunianya yang 'hilang', dunia yang disenanginya sejak kecil: desain (penjahit kebaya).

Membangun mimpi
Tapi, mengapa lebih condong sebagai penjahit kebaya? Dia bilang, ''Tadinya, yang saya jahit bukan hanya kebaya. Ada baju, ada blus. Tapi teman-teman saya bilang, 'lu enak sih... kebaya'.'' Teknik menjahit kebaya termasuk yang paling susah. Tidak boleh ada lekukan sedikit. ''Belum lagi tantangannya. Orang yang badannya XXL, yang justru paling sering pakai kebaya,'' kata dia. Maka, ia pun terus menekuni profesi sebagai penjahit kebaya.

Komentar banyak orang, ternyata tidak keliru. Lima tahun sebagai penjahit kebaya di bawah payung Royal Sulam, tak terbilang perempuan kelas atas menggunakan gaun rancangannya. Menteri Pemberdayaan Perempuan, Meuthia Hatta, memujinya. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata mengajaknya bekerja sama, dukungan dari sejumlah anggota DPR pun berdatangan.

Rahasianya? Ibu dua anak ini buka kartu. Dia mengaku senang melihat perempuan memakai kebaya, karena tampak cantik. Itulah sebabnya ia tidak menggantung baju-bajunya dengan display. Semua yang datang konsultasi pribadi, apa yang paling cocok buatnya. Amy pun bersedia meluangkan waktu untuk itu. ''Saya enjoy ketemu orang, saya pengen bilang sama orang itu, cantiknya pakai warna ini, pakai itu. Saya punya kepuasan sendiri mengaktualisasikan diri, dan itu ternyata membawa manfaat bagi orang,'' ucapnya.

Amy mulai membangun mimpinya. ''Saya pengen, insya Allah, suatu waktu kebaya bukan tren, tapi yang tren aplikasinya. Kebaya tetap eksis, model adalah garis rancangnya.

infoanda.com

Sabtu, 05 September 2009

Tips Koleksi Kebaya


Saat dikenakan, baju kebaya seolah memberikan nyawa, menyingkap kecantikan yang tersembunyi, sekaligus memberi sebentuk keindahan bagi pemakainya.

Asal usul kebaya memang masih simpang siur. Ada yang meyakini bahwa kebaya dibawa oleh para saudagar arab. Sebagian orang percaya bahwa bangsa portugis-lah yang memberi pengaruh terhadap penyebaran desain kebaya. Adapula yang mengaitkan kebaya dengan pakaian tunik perempuan pada masa kekaisaran ming di daratan cina.

Kebaya dinegosiasikan dengan nilai-nilai baru. Di era 90-an hingga sekarang, fesyen kebaya mengalami perkembangan luar biasa. Desain baju kebaya hadir dengan teknik aplikasi revolusioner seperti pemanfaatan berlian, payet, kristal, hingga bulu binatang. Dari segi bahan, kebaya keluar dari pakem organza dan katun, kebaya kini bisa membaur dengan bahan sutra, sifon, atau lace. Pola dan siluet kebaya pun kini kaya gaya dengan perpaduan sentuhan modern. Namun beberapa perancang yang tetap memelihara citarasa asli kebaya seperti obin, edward hutabarat, iwan tirta dan adjie notonegoro.

Kini, kebaya juga tidak selalu dipadukan dengan kain panjang yang harus memakai stagen dan juga di-wiru. Kebaya modern bisa dipadukan dengan celana jeans, rok, kulot dan gaun dengan model baju kebaya yang lebih sederhana dan siap pakai. Menurut perancang desain baju kebaya marga alam, hal ini mau tidak mau, suka tidak suka, harus dilakukan untuk merayu generasi muda mengenakannya.

Kebudayaan global memang lebih mudah meresap dan diterima masyarakat. Maka kini banyak perancang mencoba memadukan fesyen kebaya dengan unsur-unsur modern. Improvisasi dalam tubuh kebaya dilakukan tidak hanya atas nama kreatifitas melainkan juga agar diterima khalayak dan bernilai jual.

Tip mudah merawat kebaya

sesungguhnya merawat fesyen baju kebaya tidaklah sesulit yang anda bayangkan. Marga alam memberikan beberapa tip mudah merawat fesyen baju kebaya:

1. Kebaya tidak selalu harus dicuci setelah dipakai. Kebaya cukup diangin-anginkan saja.
2. Jika hendak mencuci, perhatikan bahannya. Sebaiknya gunakan pilihan dry clean pada mesin cuci anda. Mengapa dry clean? Karena pilihan tersebut lebih aman untuk semua jenis bahan kebaya, sehingga tidak merusak tekstur asli.
3. Jangan menjemur kebaya yang telah dicuci di terik matahari langsung. Jemur di tempat sejuk, misalnya di ruangan ber-ac.
4. Jangan menyemprotkan parfum langsung ke kebaya. Hal ini akan merusak tekstur warna pada kebaya
5. Cara penyimpanannya pun sanggat sederhana, cukup dilipat dan jangan digantung. Mengapa demikian? Karena kebaya kebanyakan berbahan elastis, jika sering digantung, maka bagian pundak perlahan akan turun. (ol-08)

Dukung kampanye stop dreaming start action

http://www.mediaindonesia.com