Tampilkan postingan dengan label desain batik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label desain batik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Desember 2010

Mengenal Ilmu Arsitektur


Arsitektur adalah sebuah disiplin ilmu yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari manusia dan bagaimana ia berhubungan dengan lingkungannya. Dalam hal ini, ilmu arsitektur dipandang telah ada bahkan sejak dahulu kala, sebelum Vitruvius dinyatakan sebagi arsitek di Roma pada masanya. Karena pada masyarakat tradisional sebelum itu pun, pengetahuan membangun telah dialihkan secara turun temurun dari generasi ke generasi sebagai sebuah proses berkelanjutan, hal ini mungkin lebih kerap disebut-sebut sebagai arsitektur vernakular.

Namun pendidikan formal arsitek sendiri, yang menghasilkan profesional di bidang konsultan arsitektur baru muncul pada saat menjelang abad revolusi industri mulai dikenal. Dalam perjalanan sejarah, pendidikan profesi ini sering disatukan dengan pendidikan seni rupa.

Selain itu, ilmu arsitektur juga merupakan perpaduan antara ilmu seni dan teknik bangunan yang memenuhi keinginan praktis dan ekspresif dari peradaban manusia dari zaman ke zaman. Kita dapat melihat dari literatur sejarah bagaimana hampir semua masyarakat yang telah hidup menetap memiliki keteknikan membangun tersendiri yang akhirnya menghasilkan arsitektur mereka. Dari sini, arsitektur kemudian dianggap penting bagi kekayaan sebuah kebudayaan karena bukan hanya tentang melakukan pertahanan terhadap lingkungan alam saja, tetapi juga terhadap lingkungan manusia, arsitektur kemudian menjadi prasyarat dan simbol dari perkembangan peradaban dari kebudayaan tersebut. Kali ini tidak akan diperdebatkan apakah ilmu arsitektur merupakan ilmu seni atau ilmu teknik, dan mencoba mengkompromikan kedua sisi tersebut. Ide Vitruvius tentang venustas (keindahan), firmitas (keterbangunan) dan utilitas(fungsi)nya disampaikan sebagai penegasan terhadap perdebatan tersebut.

Oleh karena itu, arsitek tidak hanya semata-mata seorang ahli bangunan saja, ia juga merupakan seorang profesional yang memahami betul pembangunan secara luas. Hal ini yang menyebabkan akhirnya terdapat banyak tuntutan yang dihadapkan kepada seorang calon arsitek dan perlu dipenuhinya agar ia dapat secara profesional menjadi arsitek.

sumber

Desain Batik Kuno Dan Bekas


Bagi kebanyakan orang, kain batik kuno bekas mungkin tidak bernilai. Namun bagi Arini Soendjojo, pemilik Rini Sari Handicraft, kain batik yang sudah kumal bisa disulap menjadi produk bernilai tinggi.

Konsumen yang menggandrungi karyanya tidak hanya masyarakat domestik, melainkan juga warga mancanegara. Kain-kain batik lawas dikemas Arini menjadi berbagai bentuk aksesori rumah, mulai dari bantal lantai, bantal kursi, seprei, gorden, hiasan dinding hingga bedcover.

Yang membedakan dengan produk sejenis lain, karyanya tidak dijual bebas di pasar, melainkan hanya kepada pembeli terbatas. Segmentasinya adalah pencinta seni dan masyarakat menengah ke atas.Memang hasil produksi Rini Sari Handicraft tidak semuanya berasal dari kain bekas. Banyak pula produk interior yang dibuat dengan menggunakan kain batik baru berdesain modern. Namun, interior dari kain batik lawas telanjur identik dan melekat di konsumen.

Agar konsumen tidak bosan dengan jenis-jenis produknya, Arini tidak terpatok pada desain batik tertentu. Dia sengaja mendatangkan kain batik dari berbagai kota seperti Solo dan Cirebon. Tidak hanya itu, dia juga mengumpulkan batik-batik kuno bekas pakai. ”Luar biasa, ternyata interior menggunakan batik kuno cepat diterima pasar, terutama luar negeri. Sejumlah hotel juga menyukai jenis itu,” katanya.

Berdasar penuturan sejumlah pembeli, ternyata kain batik kuno bekas lebih nyaman karena memberikan kesan klasik. Meski menggunakan kain bekas, kata dia, bukan berarti pengemasan disepelekan.Setiap kain bekas yang diperoleh diolah kembali sedemikian rupa agar memberikan nilai seni ketika dibuat aksesori. Arini berkomitmen menjaga kualitas produk. Setiap produk dikerjakan secara cermat dengan mengedepankan estetika dan nilainilai seni.

sumber

Tanggung Jawab Seorang Desain Interior

HDII ( Himpunan Desainer Interior Indonesia ) adalah salah satu wadah bagi para desainer serta arsitek Indonesia untuk saling bertukar pikiran dan memajukan dunia arsitektur interior Indonesia. Desainer Interior adalah perorangan dan atau badan usaha yang mempunyai kualifikasi dan bersertifikat dari HDII, mempergunakan keahliannya berdasarkan suatu penegasan desain interior, melakukan tugas pekerjaan berdasarkan tahapan – tahapan desain interior, serta memberikan nasehat dan konsultasi dan atau jasa – jasa lain yang berhubungan dengan desain interior”.

* Tanggungjawab Desainer

- Seorang desainer gambar bertanggung jawab atas koordinasi dengan pihak lain apabila pekerjanya dipilih secara langsung oleh desainer dengan atau tanpa persetujuan pemberi tugas.

- tanggung jawab seorang desainer untuk kesalahan kesalahan yang ada di lapangan tidak boleh lebih besar jumlahnya dibandingkan dengan jumlah imbalan yang diterima oleh desainer.

- apabila kesalahan yang terjadi dilapangan sepenuhnya kesalahan dari desainer maka desainer bertanggung jawab atas penggantian kesalahan kesalahan tanpa ada pembatasan.

-Bertanggungjawab penuh atas semua pekerjaan desain yang telah diterimannya sesuai yang tercantum dalam perjanjian kerja hingga semua pekerjaan selesai.

-Bertanggungjawab atas semua kesalahan – kesalahan yang dibuat oleh orang yang bekerja kepadanya ( Tukang ) kecuali desainer dapat membuktikan bahwa kesalahan tersebut dapat dihindarkan atau diketahui sebelumnya.

Pemberi tugas adalah perorangan atau badan atas nama siapa yang member penugasan secara resmi kepada desiner interior untuk mendapatkan pelayanan atas kebutuhannya dengan imbalan jasa sesuai ketentuan yang berlaku

sumber

Jasa Interior Rumah Yang Semakin Di Minati

Ingin rumah anda terlihat semakin cantik dengan desian interior yang menawan. Barangkali tak salah jika anda meminta jasa para konsultan dan jasa interior rumah atau desainer interior yang profesional untuk mendesain rumah anda. janis usaha ini sifatnya one stop design yang berarti, kumpulan bermacam macam interior mulai dari rumah, isi rumah interior dan wallpaper, dapur, taman, bahkan sampai isi rumah interiornya bisa memakai jasa konsultannya. Dengan kata lain, penghuni rumah hanya tinggal membawa koper saja

Saat ini jenis yang paling diminati adalah seperti modern minimalis dengan interior dan arsiteknya one stop conse. Konsep ini lebih mengutamakan kualitas dan menciptakan suasana yang dibentuk sesuai keinginan pelanggan. “Selain itu interior klasik pun juga cukup diminati

Bagi klien yang berminat, maka akan dilayani melalui tahap-tahap mulai dari memberitahukan bahan-bahan yang akan digunakan, melihat contoh desain interior yang diinginkan, melihat lokasi rumah. “Setelah itu baru bicara harga, kalau cocok tinggal dikerjakan

sumber

Hunian Berkonsep Modern Klasik


Dua konsep modern dan klasik memang gampang- gampang susah untuk dipadukan dalam suatu hunian. Namun, dengan perencanaan desain yang baik, tentu bisa menghasilkan perpaduan yang menarik pula.

Konsep modern dan klasik adalah dua gaya yang berbeda, masing-masing memiliki keunikan dan ciri khas untuk menonjolkan konsep utama dalam hunian. Desain klasik umumnya cenderung rumit dengan adanya banyak ornamen. Biasanya dimiliki oleh penghuni rumah yang fanatik dan cenderung suka dengan arsitektur klasik yang penuh hiasan.Sementara, gaya modern cenderung didominasi bentuk geometris yang tidak banyak hiasan, bahkan tanpa hiasan atau ornamen sama sekali. Meskipun dua desain ini berbeda prinsip, tak ada yang salah juga jika Anda ingin menggabungkan keduanya, asalkan tidak merusak estetika bangunan.

Biasanya penghuni rumah yang membangun rumah dengan memadukan dua konsep ini dilatarbelakangi kesukaannya pada kedua gaya tersebut. Karena alasan tersebut, konsep bangunan yang digunakan pada gaya hunian seperti ini sudah tentu jauh berbeda. Hal itu karena konsep desain klasik modern merupakan penyederhanaan gaya arsitektur klasik dengan perpaduan gaya arsitektur modern yang “Indonesia”. Artinya, sudah diadaptasikan dalam kecenderungan kesukaan orang Indonesia terhadap gaya modern.

Selanjutnya, penyederhanaan yang dimaksud, misalnya pada gaya klasik, Probo menyebutkan, berarti menghilangkan banyak unsur dekorasi yang terlihat “berat”, seperti kolom Corinthian atau Ionic yang biasanya ada pada desain klasik.Sementara, penyederhanaan unsur gaya klasik lainnya, tampak pada penggunaan lis profil yang tidak lagi sangat rumit tapi simpel. Seperti menggunakan satu lis tebal saja.Sementara, pada fasad bangunannya, menurut Probo, ciri bangunannya bisa merupakan perpaduan dari gaya klasik yang rumit dan gaya modern yang simpel. Keduanya saling menekan dan menetralkan sehingga muncul gaya arsitektur yang tidak terlalu rumit dan tidak terlalu sederhana.

Kelebihan dari gaya modern klasik adalah gaya ini kemungkinan diterima oleh penyuka gaya klasik dan modern. Perpaduan tersebut adalah gaya peralihan dari konsep gaya klasik yang berkembang pada era 1990-an menuju konsep gaya modern yang berkembang pada era 2000-an hingga sekarang.Untuk kekurangannya, gaya perpaduan tersebut cenderung lebih menekankan pada kesukaan pada bentuk indah fasad, tapi tidak pada fungsi ruang pada desain rumah

sumber

Jumat, 15 Oktober 2010

Batik Tasik Yang Kian Tersisih

Memasuki milenium baru, industri batik kembali menggeliat. Puncak-puncaknya tahun 2005 saat demam batik melanda pelosok negeri. Batik Tasik tak pelak mendapat imbas positif. Perajin batik mulai bermunculan lagi. Peran pemerintah setempat diakui Enok besar pengaruhnya, “Pemerintah Tasik misalnya, menghimbau PNS dan pegawai BUMN untuk memakai baju batik tasik pada hari tertentu sekaligus memberi daftar semua perajin batik di Tasikmalaya. Kebijakan seperti itu sangat membantu kami para perajin batik.”

Beragam corak khas batik tasik disatukan dalam selembar kain agar lestari. Membuat pakaian jadi juga jadi strategi menarik minat pasar yang lebih luas

Bisa dibilang, tak banyak perajin batik Tasikmalaya yang bertahan sejak tahun 70-an hingga sekarang. Agnesa Batik di jalan Ciroyom, Kota Tasikmalaya, adalah satu dari yang sedikit itu. Meski mengalami beberapa kali pasang surut, H. Cucu (55), pendiri Agnesa Batik Tasikmalaya dan Hj. Enok (51), sang istri, memilih untuk mempertahankan usaha batik yang didirikan pada 1970 tersebut.

Enok berkisah, batik Tasik pernah mengalami masa kejayaan di tahun 60-an hingga 70-an. Namun, industri batik juga sempat mengalami gonjang-ganjing saat kisruh politik beberapa kali melanda negeri. Munculnya teknologi baru yang melahirkan tekstil bermotif batik buatan mesin juga sempat mengancam kelangsungan hidup batik tradisional.

Untuk dapat tetap bersaing di saat batik kembali diburu, Enok bercerita, ia harus berani mengembangkan corak batik agar lebih bervariasi. “Saya mencari tumbuh-tumbuhan asli Tasik yang punya corak menarik, saya foto lalu saya buat capnya. Pokoknya tidak melenceng dari akar batik tasik yang menonjolkan motif flora dan fauna

Menanggapi ancaman tekstil bermotif batik buatan Cina yang mulai menggempur pasar dalam negeri,Enok tak khawatir. “Pencinta batik yang paham pasti akan mencari batik yang asli.” Enok juga membagi tips agar konsumen tidak diperdaya dengan batik ‘palsu’. “Lebih baik beli di toko batik yang ada workshop- nya. Supaya tidak salah membeli dan sekaligus bisa melihat proses pembuatannya.”

Sumber - tabloidnova.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Promosikan Usaha Anda di Iklan Gratis