Tampilkan postingan dengan label desain website. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label desain website. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Februari 2010

Panduan Web Desain dan Cara Pengelolaannya


Bagi yang mengelola blog pribadi, salah satu hal yang susah-susah gampang adalah memilih templat atau desain buat tampilan blog. Tampilan blog memang bukan segala-galanya bagi kesuksesan sebuah blog, tetapi ada baiknya kita memperhatikan pertimbangan teknis seputar itu. Selain itu, ternyata kita juga harus memperhatikan sejumlah rambu-rambu terkait dengan standar Web Desain saat memposting tulisan di blog.

Kali ini saya mengundang Thomas Arie Setiawan, salah seorang web desainer yang populer di kalangan blogger, sebagai guest blogger. Dia saya minta menuliskan tips-tips terkait dengan standar web. Kemudian ia menyerahkan serial tulisannya berdasarkan wawancaranya dengan Boy Avianto, seorang blogger yang memiliki pendidikan akademis dalam bidang ini. Semoga bermanfaat.

T: Saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan yang mungkin banyak diajukan, atau paling tidak muncul dalam perkembangan web desain di Indonesia…

A: Silakan…

Terima kasih. Untuk yang pertama, sebenarnya apa yang dimaksud dengan “Webstandard” itu?

Secara sederhana, web standard adalah standar yang diciptakan oleh W3C (WWW Consortium) untuk membuat situs web; jadi semacam panduan.

Ini merupakan panduan secara teknis?

Sangat teknis. Oleh karena itu, sebuah badan lain Web Standard Organization mencoba untuk membuatnya menjadi gampang di implementasikan.

Apakah Anda ingin menunjukkan bahwa mendesain sebuah situs web yang sesuai dengan standar merupakan hal yang mudah?

Sangat mudah. Sama seperti membuat sebuah esai dan memiliki panduan. Analogi sederhananya: apakah Anda merasa lebih mudah menulis esai dengan panduan atau tanpa panduan? Analogikan saja misalnya desain web standard adalah seperti panduan menulis esai.

Tetapi, toh tanpa mengikuti panduan tersebut, situs web tetap bisa dinikmati oleh para audience. Jadi kenapa harus dipersulit dengan sebuah standar seperti itu?

Dipersulit? Kata siapa? Justru dengan mengacu pada panduan itu ada beberapa hal yang lebih mudah. Misalnya, kita yakin bahwa situs web kita bisa dibuka dengan segala macam devices. Ingat situs web sekarang tidak hanya bisa dibuka dengan browser di komputer. Selain itu, kita yakin bahwa setiap kali ada browser upgrade situs kita tidak perlu ‘ganti kode’. Ini dikenal dengan forward compability.

Berarti, hal-hal teknis seperti itu menjadi tanggung jawab siapa? Desainer, audience, atau mungkin ada lembaga yang memang berkompeten dengan hal semacam ini?

Ingat, tahun 1997, di mana kita harus melihat bahwa sebuah kode HTML hanya bisa berjalan di salah satu browser tertentu? Itu 1997. Desainer harus tanggap terhadap perkembangan ini. Audience akan ***ntungkan karena mereka bisa mengakses informasi tersebut dengan cara apa saja, mereka boleh protes seandainya tidak bisa. Mengenai lembaga, sejauh ini belum dibutuhkan, tetapi tergantung budaya. Bisa jadi di sebuah negara keberadaan sebuah lembaga formal justru dibutuhkan.

Kurang lebih, intinya adalah user oriented design atau ‘desain yang berorientasi kepada pengguna’. Apa sih tujuan membuat sebuah situs? Apakah untuk pemilik situs? Kalau iya, Anda tidak perlu peduli dengan pengguna. Silakan gunakan cara apa saja. Ini yang sering dilupakan pemilik situs: strategi. Strategi bagaimana menyampaikan informasi (atau apa saja) yang pemilik situs inginkan kepada pengguna.

wenggautama.multiply.com

Senin, 01 Februari 2010

Trik dan Tips Membuat Desain Web


Jika anda puas dengan hasil kerja anda membangun atau Desain Website dengan fasilitas template, sudahlah cukup sampai disini. Tetapi jika anda tidak puas dengan apa yang anda buat, dan anda merasa ingin lebih baik, maka anda perlu mengetahui bagaimana Web Designer membangun suatu Desain Website, terlepas anda punya bakat seni atau tidak.

Unik : Dalam membuat karya apapun seorang designer mempunyai kesadaran untuk tidak meniru atau menggunakan karya orang lain. Begitu pula seorang Web Designer harus mempunyai budaya malu untuk menggunakan icon, animasi, button, dll, yang telah digunakan atau dibuat oleh orang lain.

Komposisi : Seorang Web Designer selalu memperhatikan komposisi warna yang akan digunakan dalam website yang dibuatnya. Pergunakan selalu Palette 216 WebColor, yang dapat diperoleh dari Adobe.com, hal ini untuk mencegah terjadinya dither pada image yang berformat GIF. Dalam membangun dan Desain Web suatu perusahaan, Web Designer selalu menyesuaikan warna yang digunakan dengan Corporate Color perusahaan tersebut.

Simple : Web Designer banyak yang menggunakan prinsip ¡°Keep it Simple¡±, hal ini ditujukan agar tampilan website tersebut terlihat rapi, bersih dan juga informatif.

Semiotik : Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tentang tanda-tanda. Dalam hal ini diharapkan dengan melihat tanda atau gambar, user/ audience dapat dengan mudah dan cepat mengerti. Sebagai contoh: Jangan membuat gambar/image yang berkesan tombol, padahal itu bukan tombol/ link.

Ergonomis : Web Designer selalu memperhatikan aspek ergonomic dalam sebuah Desain Web. Ergonomi disini adalah dalam hal kenyamanan user dalam membaca dan kecepatan user dalam menelusuri website tersebut. Web Designer memilih ukuran Fonts yang tepat sehingga mudah dibaca, Web Designer menempatkan link sedemikian rupa sehingga mudah dan cepat untuk di akses dan lebih penting lagi adalah Informatif.

Fokus : Tentukan hirarki prioritas dari pesan yang akan disampaikan, misalnya: Judul harus besar, tetapi jangan sampai akhirnya akan konflik dengan subjudul yang berukuran hampir sama. Hal ini akan membingungkan user/audience untuk menentukan pesan mana yang harus lebih dahulu dibaca/ dilihat.

Konsisten : Tentukan font apa yang akan digunakan sebagai Body-text, Judul, Sub Judul dan sebagainya, sehingga website tersebut akan terlihat disiplin dan rapi. Sesuaikan jenis huruf yang digunakan dengan misi dan visi website tersebut, misalnya: hindari menggunakan font Comic dalam membangun website suatu perusahaan resmi.

Demikian beberapa aspek dan prinsip yang digunakan Web Designer dalam membuat website, selebihnya merupakan ekspresi dari pembuat Desain Web itu sendiri yang terwujud dalam penggayaan penyusunan website.

Software-software pembuat suatu website

Desain : Untuk membuat desain suatu homepage biasanya para web designer dimulai dengan software ini sebagai tampilan sementara atau dalam membuat layout homepage.

Adobe Photoshop : Desain berbasis titik ( bitmap )

Adobe Image Ready : Memotong gambar-gambar ke dalam format html

Adobe Illustrator : Desain berbasis vector

CorelDraw : Desain berbasis vector

Macromedia Freehand : Desain berbasis vector

Efek Desain : Hal ini dilakukan untuk menghidupkan desain yang telah kita rancang. Seperti menambah efek cahaya, textur dan manipulasi teks.

ekopriyanto.com

Kamis, 28 Januari 2010

Tips Belajar Desain Web Yang Baik


Ada beberapa kriteria yang diperlukan untuk menciptakan sebuah Desain Web yang baik. Kriteria tersebut adalah sebagai berikut:

* Desain web harus mengikuti konsep yang telah dipersiapkan sebelumnya.

* Mempunyai navigasi yang baik

* Gunakan kombinasi warna yang baik

* Seimbangkan antara penggunaan Grafik dan Ukuran File yang digunakan

Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing bagian:

* Desain web harus mengikuti konsep yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Setiap web dibuat dengan tujuan dan sasaran tertentu. Hal ini penting untuk memastikan kesukesan dari web yang akan Anda buat.

Contohnya:

Anda ingin membuat situs untuk sekolah. Tujuan dari situs ini adalah memberikan informasi ke masyarakat tentang profil, visi, misi dan kegiatan sekolah. Sasaran dari situs ini adalah guru, siswa, orang tua siswa dan masyarakat umum. Untuk itu harus disiapkan sebuah konsep yang bisa mewakili tujuan dan sasaran ini.

Seperti pada produk kami Indoedukasi, kami menyiapkan konsep situs sekolah instant yang menyediakan feature: Profil Sekolah, Berita, Kalender Akademik, Majalah Dinding Online, Photo Gallery, Ekstra Kurikuler dan Pengumuman.

* Mempunyai navigasi yang baik

Navigasi adalah link atau menu yang memberikan kemudahan bagi pengunjung untuk mencari informasi yang disediakan oleh sebuah situs. Navigasi harus tertata dengan baik agar pengujung tidak kebingungan dan memperoleh informasi secara berurutan.Kembali ke Indoedukasi.

Anda dapat melihat navigasi dibagi menjadi dua buah group menu. Menu horizontal dan menu vertikal. Supaya mudah ditemukan navigasi harus terlihat menonjol. Anda dapat memberikan warna yang mencolok atau membuatnya menjadi besar sehingga diperhatikan oleh pengunjung.

Jika situs Anda mempunyai isi yang banyak, sehingga mau tidak mau menunya pun akan banyak, ada baiknya Anda menggunakan menu vertikal karena jika jumlah menu ditambah akan melar ke bawah. Ingat orang biasanya tidak suka untuk melakukan scroll ke kiri dan ke kanan, lebih umum scroll ke bawah.

# Gunakan kombinasi warna yang baik

Desainer kami telah menulis tutorial tentang hal ini, Anda bisa membacanya disini. Menemukan Warna yang Serasi untuk Blog / Website Kamu

# Seimbangkan antara penggunaan Grafik dan Ukuran File yang digunakan

Supaya web terlihat impresif, tentu saja harus didukung dengan desain grafis yang baik. Akan tetapi hal ini perlu diseimbangkan dengan ukuran file gambar yang digunakan. Ingat! makin besar file yang digunakan, makin lama waktu yang diperlukan untuk load. Hasilnya, makin lama pengunjung Anda harus menunggu.

Dengan bandwidth di Indonesia yang masih terbatas ada baiknya membuat situs Anda tetap ringan.

Sekian tutorial ini, semoga membantu Anda memahami desain yang terbaik untuk web Anda.

indowebmaker.com

Selasa, 08 Desember 2009

Tips Promosi Jasa Desainer Grafis Via Internet (3)

5. Masukkan Portfolio di Jejaring Sosial Khusus Desain.

Ini adalah rumah kedua kamu setelah blog/website pribadi. Setidaknya buat akun di Deviant Art, Behance, Designers Couch dan banyak lagi pilihan yang lain. Biasanya klien potensial mencari desainer melalui website sosial khusus Desainer Gambar Grafis seperti itu dan juga untuk membangun brand diri kamu di kalangan seprofesi.

6. Ikut Serta dalam Kontes Komersial atau Non-Komersial.

Dalam setahun pasti ada saja acara atau kontes yang berhubungan dengan desain (biasanya non-komersial), kalau kamu sebagai desainer gambar grafis punya waktu, ikuti dan kirim karya kamu. Jika kamu masuk ke dalam nominasi, itu akan menaikkan posisi brand diri kamu dan tentu membuka jaringan yang lebih luas karena otomatis kamu akan banyak bertemu teman baru, baik dari yang seprofesi desainer gambar grafis atau yang tidak seprofesi.

Bagi kontes yang komersial, versi online nya dapat kamu temukan di website seperti 99designs atau Crowdspring. Memang sekilas seperti kontes free pitching yang sangat di haramkan di dunia desain, tetapi sebenarnya tidak ada salahnya di coba. Kamu akan mendapatkan portfolio sebagai desainer gambar grafis walaupun tidak menang.

7. Jualan Stok Desain.

Punya elemen desain atau desain full template yang tidak terpakai? Daripada hanya tergeletak di harddisk, lebih baik kamu (Desainer Gambar Grafis) jual saja di ThemeForest (untuk template website) atau GraphicRiver (untuk semua elemen yang berhubungan dengan desain grafis). Selain berpotensi mendapatkan penghasilan pasif, kamu juga secara tidak langsung memasarkan skill kamu ke seluruh dunia.

Cara ini sungguh tidak ada ruginya dan layak di coba. Saya yakin kamu pasti mendapatkan pengalaman baru jika sudah mulai berjualan disana.

8. Bagikan Stok Desain Secara Gratis.

Lebih berjiwa dermawan? tidak masalah. Bagikan saja desain stok kamu secara gratis melalui blog/website/profil jejaring sosial kamu, biasanya orang suka sesuatu yang gratis (well siapa yang tidak suka?) apalagi jika stok desain itu bagus dan berguna. ICreativeLabs merupakan salah satu contoh yang bagus, mereka membagikan template desain website berkualitas dari blog mereka.

Biarkan klien potensial mencoba desain kita terlebih dahulu, jika mereka suka dengan kualitas desain gratis yang kita berikan, mereka pasti suatu waktu akan menghubungi kita untuk projek tertentu. Prinsipnya sama dengan kita berjualan kue (makanan), biasanya pasti ada produk tester bukan? tapi yakinkan walaupun gratis, tidak boleh mengesampingkan kualitas.

9. Bersosialisasi.

Yang terakhir ini walaupun kecil tetapi sangat berarti, ke 8 tips di atas tidak akan ada gunanya jika kamu tidak bersosialisasi dengan pembaca, teman dan publik. Mulai dari yang paling mudah, berkomentar (blog walking) dan membalas komentar, mengirim pesan dan membalas pesan, sampai ke pertemuan offline (kopi darat). Sempatkan juga waktu untuk datang ke acara desain grafis, selain untuk bersosialisasi, kamu akan tahu tren apa yang sedang berlangsung di industri desain lokal.

Bagi yang sudah dan sedang menjalankan mungkin bisa berbagi tips lain yang terlewatkan? Mari kita saling berbagi pengalaman!

forum.photoshop-club.com

Kamis, 05 November 2009

Tips Desain Website Mudah



Sering kita temui website yang tipikal: “welcome to my homepage,” animasi e-mail, background dengan tulisan miring (diagonal), animasi garis pembatas, tabel dengan border tiga-dimesi dan lain-lain. Hal ini terjadi akibat dari fasilitas template yang disediakan oleh software pembuat web seperti: frontpage, corel webdesigner, dan sebagainya yang ditujukan untuk mempermudah penggunanya dalam membangun atau buat website.Jika anda puas dengan hasil kerja anda membangun website dengan fasilitas template, sudahlah cukup sampai di sini. Tetapi jika anda tidak puas dengan apa yang anda buat, dan anda merasa ingin lebih baik, maka anda perlu mengetahui bagaimana web designer membangun suatu desain situs dan desain website, terlepas anda punya bakat seni atau tidak.

1. Unik :
Dalam membuat karya apapun seorang designer website mempunyai kesadaran untuk tidak meniru atau menggunakan karya orang lain. Begitu pula seorang website desain harus mempunyai budaya malu untuk menggunakan icon, animasi, button, dll, yang telah digunakan atau dibuat oleh orang lain.

2. Komposisi :
Seorang web designer selalu memperhatikan komposisi warna yang akan digunakan dalam desain situs dan desain website yang dibuatnya. Pergunakan selalu palette 216 webcolor, yang dapat diperoleh dari adobe.com, hal ini untuk mencegah terjadinya dither pada image yang berformat gif. Dalam membangun website suatu perusahaan, web designer selalu menyesuaikan warna yang digunakan dengan corporate color perusahaan tersebut. Sebagai contoh: telkom corporate color-nya adalah biru, coca-cola : merah dan putih, standard-chartered : hijau dan biru, dsb. Untuk kemudian warna-warna tadi digunakan sebagai warna dominan atau sebagai elemen pendukung (garis, background, button, dsb).

3. Simple :
website desain banyak yang menggunakan prinsip “keep it simple”, hal ini ditujukan agar tampilan website tersebut terlihat rapi, bersih dan juga informatif.

4. Semiotik :
Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tentang tanda-tanda. Dalam hal ini diharapkan dengan melihat tanda atau gambar, user/audience dapat dengan mudah dan cepat mengerti. Sebagai contoh: jangan membuat gambar/image yang berkesan tombol, padahal itu bukan tombol/ link




Http://zainurie.wordpress.com

Kamis, 10 September 2009

Manfaat Mempelajari Desain Grafis

Disain Grafis adalah proses untuk menciptakan tampilan sebuah publikasi, presentasi, atau di situs web yang menarik, dengan cara logis. Ketika desain selesai maka: menarik perhatian, menambah nilai, dan meningkatkan minat audiens, simpel, terorganisir, memberikan penekanan selektif, dan menciptakan kesatuan yang utuh.

Desain grafis tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Hampir semua sektor kehidupan memerlukan seorang desainer grafis, meskipun bukan profesional. Di dunia pendidikan, buku-buku yang dicetak dan dipelajari anak-anak, didesain sedemikian rupa oleh seorang desainer. Begitu pula dengan dunia bisnis, brosur,logo, kartu nama, dan Desain Website, termasuk kategori desain grafis.

Apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi seorang desainer grafis? Untuk yang ingin menjadi profesional, tentunya harus sekolah atau Pendidikan Desain grafis. Selain praktek, teori yang dipelajari juga akan membuat seorang desainer mampu memberikan hasil yang terbaik. Belajar secara otodidak juga dimungkinkan dengan banyaknya tutorial desain graifs yang dapat dipelajari secara gratis.

Umumnya kita hanya perlu belajar dua jenis software pengolah grafis. Yang pertama, yaitu software yang digunakan untuk mengolah gambar bitmap. Software yang umum digunakan adalah photoshop.

Yang kedua, yaitu software yang digunakan untuk mengolah gambar vektor. Software yang umum digunakan, misalnya coreldraw.

Bitmap dan vektor merupakan dasar pengenalan desain grafis yang mesti kita pahami.

Berbagai sumber

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang